Loker PT Indo Stationery Gramedia

PT Indo Stationery , membuka lowongan pekerjaan sebagai Retail Associate.
KRITERIA
- Pria (165cm) / Wanita (155cm)
- Usia Maksimal : 22 Tahun
- SMK sederajat
- Menikmati Kerja Shifting
- Mengejar Target Penjualan
- Belum Menikah


Bawa surat lamaran dan foto terbaru paling lambat 24 April 2016 ke:
TB.Gramedia Trans Studio Mall
Jl.Jendral Gatot Subroto No.289 Lantai 1, Bandung-Jawa Barat
Informasi lebih lanjut
- BO PT.ISRU TSM :022-87342503
- Yoseph : 5b384c6e
- Afif : 5d746910
Read more

Permendagri nomor 6 tahun 2016

Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah menerbitkan Peraturan Mendagri (Permendagri) nomor 6 Tahun 2016 tentang Perubahan Ketiga Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 60 tahun 2007 tentang Pakaian Dinas Pegawai Negeri Sipil (PNS) lingkup Kemendagri dan Pemerintah daerah.
Ketentuan tersebut mulai berlaku pada Senin depan (8/2). Dengan adanya peraturan baru itu, maka penggunaan seragam dinas pada Senin - Selasa pakaian dinas krem. Rabu kemeja putih. Kamis - Jumat menggunakan batik.
Kepala Biro Hukum Kemendagri Widodo Sigit Pudjianto mengatakan, bagi para pegawai negeri sipil (PNS) yang tidak mematuhi aturan tersebut maka akan dikenakan sanksi. Sanksi tersebut dari mulai teguran hingga disekolahkan kembali.
"Jadi Permendagri nomor 6 tahun 2016 tentang peraturan seragam itu akan berlaku mulai hari senin depan," kata Widodo, Kamis (4/2).
Widodo menerangkan, kebijakan sanksi untuk menyekolahkan para PNS atau kepala daerah yang tidak nurut, Mendagri mengacu pada Undang-Undang nomor 23 tahun 2014 tentang aparatur sipil negara untuk menindaknya.
Diungkapkannya, sebenarnya Permendagri ini sudah berlaku sejak Senin (1/2) kemarin, tapi karena belum diberikan nomor oleh Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) akhirnya baru diterapkan senin depan.
"Untuk nomor Permendagrinya baru di kasih kemarin Senin. Jadi hari Senin depan Permendagri seragam sudah diterapkan," ujar dia.

Di dalam Permendagri yang berlaku mulai Senin tanggal 8 Februari 2016 tentang Perubahan Ketiga Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 60 tahun 2007 tentang Pakaian Dinas Pegawai Negeri Sipil (PNS) lingkup Kemendagri dan Pemerintah daerah tersebut, terdapat ketentuan seragam dinas di bawah Kemendagri, termasuk juga pemerintah daerah. Adapun ketentuan seragam dinas itu adalah pada Senin - Selasa pakaian dinas krem. Rabu kemeja putih. Kamis - Jumat menggunakan batik. Kemana pakaian daerah? Kok tidak ada? Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku bangsa dan daerah perlu juga mendapatkan apresiasi. Katanya lagi, bahwa Permendagri ini merupakan amanat Undang-Undang nomor 23 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). Sanksi bagi mereka yang melanggar tidak main-main. Menurut Kepala Biro Hukum Kemendagri Widodo Sigit Pudjianto, bagi pegawai negeri sipil (PNS) yang tidak mematuhi aturan tersebut, akan dikenakan teguran sampai disekolahkan kembali. Apa sih semangat yang ingin dicapai? Agar PNS tidak keluyuran? Tetapi bukan dengan meniadakan seragam pakaian daerah. Ada juga pernyataan dari Mendagri Tjahyo Kumolo bahwa batik di sini adalah batik tenun atau ikat yang katanya bermanfaat membantu para pengrajin di daerah. Mungkin pernyataan ini dan peraturan Permendagri perlu juga dibuatkan Perda-nya. Tidak setiap daerah memiliki kerajinan batik dan tidak setiap daerah juga berpakaian khas batik. Ada yang berbaju kurung, seperti di Kepri dan Jambi. Pakaian daerah menjadi simbol indahnya perbedaan, Bhinneka Tunggal Ika. Itulah kalimat yang digenggam erat oleh burung Garuda, lambang negara kita. Boleh saja jika nanti batiknya memiliki corak khas masing-masing daerah, dan digunakan pada hari Kamis atau Jumat. Namun mengenakan pakaian daerah, jangan sampai dihilangkan. Toh jika ingin membantu pengrajin daerah, perlu juga dilihat karakteristik daerahnya. Keharusan menggunakan pakaian daerah lebih tepat. Selain mengangkat pamor daerah pasti juga mengangkat masyarakat sekitar. Jangan sampai dengan diwajibkannya batik, pemerintah daerah lalu mesan batik yang berciri khasnya di tempat lain. Karena tidak memiliki sumberdaya untuk itu, sementara kekhasan daerah perlu juga dijaga. Aturan Permendagri ini tentu disikapi beragam di daerah, bahkan ada yang keras mengatakan bahwa ini adalah upaya jawanisasi. Seharusnya pemerintah dalam hal ini Kemendagri bijak dalam cara mengeluarkan aturan. Sehingga aturan yang dikeluarkan tidak menimbulkan persepsi negatif. Mungkin lebih baik menebak dalamnya air dari riaknya. Salam Kompasiana Sumber: http://www.kemendagri.go.id/news/2016/01/25/seragam-dinas-pns-berubah-lagi http://www.kemendagri.go.id/news/2016/02/04/perubahan-pakaian-dinas-berlaku-senin-depan

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/wswicaksono/menyikapi-aturan-permendagri-no-6-tahun-2016_56b5c628b27e612714d99d71
 Di dalam Permendagri yang berlaku mulai Senin tanggal 8 Februari 2016 tentang Perubahan Ketiga Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 60 tahun 2007 tentang Pakaian Dinas Pegawai Negeri Sipil (PNS) lingkup Kemendagri dan Pemerintah daerah tersebut, terdapat ketentuan seragam dinas di bawah Kemendagri, termasuk juga pemerintah daerah.

Adapun ketentuan seragam dinas itu adalah pada Senin - Selasa pakaian dinas krem. Rabu kemeja putih. Kamis - Jumat menggunakan batik. Kemana pakaian daerah? Kok tidak ada? Indonesia yang terdiri dari berbagai macam suku bangsa dan daerah perlu juga mendapatkan apresiasi. Katanya lagi, bahwa Permendagri ini merupakan amanat Undang-Undang nomor 23 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara (ASN). Sanksi bagi mereka yang melanggar tidak main-main. Menurut Kepala Biro Hukum Kemendagri Widodo Sigit Pudjianto, bagi pegawai negeri sipil (PNS) yang tidak mematuhi aturan tersebut, akan dikenakan teguran sampai disekolahkan kembali.

Apa sih semangat yang ingin dicapai? Agar PNS tidak keluyuran? Tetapi bukan dengan meniadakan seragam pakaian daerah. Ada juga pernyataan dari Mendagri Tjahyo Kumolo bahwa batik di sini adalah batik tenun atau ikat yang katanya bermanfaat membantu para pengrajin di daerah. Mungkin pernyataan ini dan peraturan Permendagri perlu juga dibuatkan Perda-nya. Tidak setiap daerah memiliki kerajinan batik dan tidak setiap daerah juga berpakaian khas batik. Ada yang berbaju kurung, seperti di Kepri dan Jambi. Pakaian daerah menjadi simbol indahnya perbedaan, Bhinneka Tunggal Ika. Itulah kalimat yang digenggam erat oleh burung Garuda, lambang negara kita. Boleh saja jika nanti batiknya memiliki corak khas masing-masing daerah, dan digunakan pada hari Kamis atau Jumat.

Namun mengenakan pakaian daerah, jangan sampai dihilangkan. Toh jika ingin membantu pengrajin daerah, perlu juga dilihat karakteristik daerahnya. Keharusan menggunakan pakaian daerah lebih tepat. Selain mengangkat pamor daerah pasti juga mengangkat masyarakat sekitar. Jangan sampai dengan diwajibkannya batik, pemerintah daerah lalu mesan batik yang berciri khasnya di tempat lain. Karena tidak memiliki sumberdaya untuk itu, sementara kekhasan daerah perlu juga dijaga.

Aturan Permendagri ini tentu disikapi beragam di daerah, bahkan ada yang keras mengatakan bahwa ini adalah upaya jawanisasi. Seharusnya pemerintah dalam hal ini Kemendagri bijak dalam cara mengeluarkan aturan. Sehingga aturan yang dikeluarkan tidak menimbulkan persepsi negatif. Mungkin lebih baik menebak dalamnya air dari riaknya. S

http://www.kemendagri.go.id/news/2016/01/25/seragam-dinas-pns-berubah-lagi http://www.kemendagri.go.id/news/2016/02/04/perubahan-pakaian-dinas-berlaku-senin-depan
Read more

Dede Manusia Akar Meninggal Dunia

RSHS, (30/01/2016). Pasien Dede (45 tahun), atau yang lebih dikenal masyarakat dengan manusia akar meninggal dunia hari ini, 30 januari 2016 pukul 03.30 WIB di RSHS. Keluarga besar RSUP dr. Hasan Sadikin turut berbela sungkawa yang sedalam-dalamnya. Ungkapan bela sungkawa ini disampaikan Direktur Keuangan RSHS, Dr. R. Nina Susana Dewi, Sp.PK, M.Kes yang hadir dalam acara jumpa pers untuk mewakili Direktur Utama.

Dede datang ke IGD RSHS tanggal 28 Januari 2016 dalam kondisi yang sudah buruk dengan penurunan kesadaran. Untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif, tim medis merawat Dede ke Ruang Flamboyan, ruang perawatan khusus bagi penderita penyakit infeksi.

Anggota Tim Infeksi RSHS, dr. Rudi Wisaksana, Sp.PD-KPTI menyampaikan, selain penyakit kulit yang langka ini, Dede memiliki riwayat penyakit hati yang sudah komplikasi kepada ke ginjal dan paru. Kondisi organ vital yaitu hati, ginjal, paru-paru dan otak dede mengalami perburukan pada tanggal 29 Januari pukul 23.00 WIB. Mendapati ini Tim Medis langsung memberikan perawatan sesuai dengan yang pasien butuhkan. Namun, ditengah perawatan intensif tim medis RSHS, Dede menghembuskan nafas terakhirnya.

Pasien dibawa ambulans RSHS pukul 07.00 menuju rumah duka di Kec. Cihampelas, Kab. Bandung Barat.

Dede merupakan pasien RSHS yang memiliki penyakit kelainan kulit yang langka atau disebut dengan istilah giant cutaneous horn. Sejak 2007, pasien telah menjalani operasi sekitar 14 kali. Operasi pengambilan jaringan kulit terakhir tanggal 16 Desember 2014 dan pulang tanggal 22 Desember 2014.

Perwakilan RSHS sedang berada di rumah duka untuk menyampaikan belasungkawa secara langsung dari RSHS kepada keluarga. Semoga Almarhum ditempatkan di tempat yang paling indah disisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.

Informasi lebih lanjut dapat menguhubungi Subbagian Humas & Protokoler

 
 
Read more